Apakah Anda Yakin Ini Hanya Tentang Belajar?
Pada dasarnya proses belajar adalah adanya perubahan sifat pelaku dari hal yang belum tahu menjadi tahu, belum mengerti menjadi mengerti.
Maksudnya adalah belajar tidak serta-merta menjadikan perubahan sikap pelaku seseorang, tidak selalu mendapatkan membuahkan hasil, apalagi menjadikan pelaku profesional dalam bidang tertentu.
Entah itu pemrograman, bermain gitar, belajar bahasa, public speaking, memasak, atau berolahraga. Orang yang terlihat mahir biasanya bukan sekadar “belajar teorinya”, tetapi sudah terbiasa melakukannya setiap hari.
Membiasakan diri
Hal yang potensial adalah membiasakan diri dalam suatu proses tertentu secara berulang-ulang (looping) sehingga mengubah perilaku seseorang sampai terbiasa.
Dengan membiasakan, suka atau tidak suka akan membentuk dan melatih sesuatu apa yang dipelajari. Tentunya keluaran dari proses belajar dapat diingat dalam jangka panjang. Jika dilakukan proses “mempelajari” terlebih dahulu, bagaimana bisa seseorang bisa paham tanpa harus terbiasa dahulu?
- Teman: Lagi belajar apa nih?
- Saya: Lagi belajar bahasa C (bahasa pemrograman komputer) agar nanti terbiasa bisa membuat aplikasi.
Pertanyaan serupa yang sering ditemui, mengapa menggunakan sistem operasi yang memiliki perintah yang banyak dan susah dihafal, bukannya yang tinggal klik? mengapa menggunakan aplikasi yang tutorialnya sedikit, padahal yang lain banyak tutorialnya? mengapa memilih X bukan Z? Dan lainnya.
Jawaban sering kali sama: “Karena sudah terbiasa”. Bisa dikatakan jawaban tersebut sangat subjektif berdasarkan pengalaman dari penjawab, namun itu realita memang benar apa adanya.
Cara agar terbiasa dan lancar dalam hal pememrograman komputer, berarti coding everyday. Terbiasa agar bisa membuat desain yang bagus, ya harus desain everyday. Terbiasa bicara bahasa jepang, ya japanese everyday. Terbiasa public speaking, tentunya speaking everyday.
Pada 2009, Saya masih ingat dengan guru biologi SMP sekaligus pengajar olimpiade MIPA kala itu, “Pak, kenapa bisa hafal di luar kepala istilah-istilah proses pencernaan, pernafasan, pendengaran, sistem ekresi, sel, dan lain-lain?”. Dengan santainya beliau menjawab, “Karena mengajar biologi setiap hari selama bertahun-tahun dan mengajar di sekolah privat.”
Hanya bisa bergumam, “Oh.. pantas.” Ternyata dengan sering latihan dan membiasakan diri adalah salah satu cara untuk membentuk pondasi yang kuat.
Memiliki tujuan
Selain “sudah terbiasa”, alasan kuat lainnya yaitu memiliki tujuan terhadap apa yang akan dibiasakan. Hal inilah yang dijadikan fundamental (niat dan motivasi) untuk membiasakan diri. Sebelum berencana terbiasa dengan hal tertentu, pastikan terlebih dulu alasan kuat mengapa memerlukan itu.
Sebagai contoh, mengapa harus menggunakan Linux? karena ingin menjadi system administrator yang tersertifikasi di suatu perusahaan. Mengapa harus terbiasa dengan Python dan SQL? kelak menjadi data scientist profesional. Mengapa harus terbiasa dengan java? ingin menjadi pengembang aplikasi mobile di perusahaan. Mengapa harus terbiasa dengan inkscape? ingin menjadi desainer logo yang hebat, dan sebagainya. Akan terasa hampa jika melakukan suatu hal tanpa memiliki tujuan yang berarti dan tidak ditentukan.
Memiliki fitur lebih
Jawaban lainnya yaitu karena “fiturnya lebih banyak”, biasanya alasan ini karena merujuk pada fitur atau hal teknis yang lebih sesuai dengan kebutuhan.
Misalnya, seseorang memilih sistem operasi BSD atau Linux-based alih-alih menggunakan windows, karena performanya lebih maksimal untuk kebutuhan pemrograman dan desain. Atau memilih aplikasi menggambar karena memiliki fitur layer dan kompatibel dengan warna cetak yang standar dan sebagainya.
Jawaban dari argumen tersebut umumnya lebih merujuk ke hal teknis yang memang dibutuhkan dalam pekerjaannya.
Jaringan yang sama
“Saya menggunakan perangkat lunak X karena sesama kolega banyak yang menggunakannya”, argumen yang cukup rasional. Setelah mengetahui tujuan, pasti ada juga suatu individu atau kelompok dengan passion yang sama. Dengan bergabung ke suatu kelompok/komunitas seseorang akan dapat membangun koneksi sesuai jaringan yang sama. Dengan demikian, suatu saat dapat meminta feedback jika portofolio sudah dibuat.
Kembali ke topik
Tidak hanya sekedar belajar saja, tetapi membiasakan apa-apa yang telah dipelajari. Belajar hanyalah proses awal untuk mengetahui konsep dan teori, namun euforianya lebih banyak untuk diporsikan ke hasil eksekusi, percobaan (trial and error), dan latihan yang berulang.
Apakah cukup sampai membiasakan diri? Tentu saja tidak. Konsep pembelajaran lebih dari itu. Prosesnya sebagai berikut: Berawal dari Memiliki tujuan spesifik > Membiasakan diri > Mempelajari > Memahami > Mengajari lainnya > Membimbing > Memfasilitasi pelajar agar terjaganya konsep pembelajaran (Dagmar et al).
Aku benci setiap menit latihan, tapi aku berkata, “Jangan berhenti”. Menderitalah sekarang dan jalani sisa hidup Anda sebagai juara.
— Muhammad Ali
Jika hanya membaca buku, berlangganan course, menonton webinar dan video tutorial saja, ini hanya bagian terkecil dari konsep pembelajaran diatas. Harus lebih, seseorang harus membiasakan dengan mempraktikannya. Everyday!
Info Artikel
Terima kasih
Saya menghargai Anda membaca artikel ini. Jika Anda mempunyai pendapat atau ingin mendiskusikannya, Anda dapat menghubungi saya melalui Email. Jangan ragu untuk terhubung dengan saya di Mastodon atau Bluesky. Dan jaga diri Anda.
Referensi
- Dagmar Zeithamova, Michael L. Mack, Kurt Braunlich, Tyler Davis, Carol A. Seger, Marlieke T.R. van Kesteren, Andreas Wutz. 2019. “Brain Mechanisms of Concept Learning”. Journal of Neuroscience , 39 (42) , 8259-8266 . https://doi.org/10.1523/JNEUROSCI.1166-19.2019
Penggunaan
Karya ini dilisensikan di bawah CC BY-NC 4.0.
Kutipan
Kutipan bibtex:
@online{hervyqa_hanya_2023,
author = {Hervy Qurrotul},
title = {Apakah Anda Yakin Ini Hanya Tentang Belajar?},
date = {2023-01-31},
url = {https://hervyqa.srht.site/id/blog/hanya-tentang-belajar/},
langid = {id}
}Untuk atribusi, silakan mengutip karya ini sebagai:
Hervy Qurrotul. 2023. “Apakah Anda Yakin Ini Hanya Tentang Belajar?.” January 31, 2023. https://hervyqa.srht.site/id/blog/hanya-tentang-belajar/.