<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
    <title>Pengembara Kode - motivasi</title>
    <subtitle>Mengembara di OpenBSD, privasi, keamanan, pemrograman, dan sains data. Dengan sumber terbuka.</subtitle>
    <link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://hervyqa.srht.site/id/categories/motivasi/atom.xml"/>
    <link rel="alternate" type="text/html" href="https://hervyqa.srht.site"/>
    <generator uri="https://www.getzola.org/">Zola</generator>
    <updated>2026-06-11T00:00:00+00:00</updated>
    <id>https://hervyqa.srht.site/id/categories/motivasi/atom.xml</id>
    <entry xml:lang="id">
        <title>Apakah Anda Yakin Ini Hanya Tentang Belajar?</title>
        <published>2023-01-31T00:00:00+00:00</published>
        <updated>2026-06-11T00:00:00+00:00</updated>
        
        <author>
          <name>
            Hervy Qurrotul
          </name>
        </author>
        
        <link rel="alternate" type="text/html" href="https://hervyqa.srht.site/id/blog/hanya-tentang-belajar/"/>
        <id>https://hervyqa.srht.site/id/blog/hanya-tentang-belajar/</id>
        
        <content type="html" xml:base="https://hervyqa.srht.site/id/blog/hanya-tentang-belajar/">&lt;p&gt;Pada dasarnya proses belajar adalah adanya perubahan sifat pelaku dari
hal yang belum tahu menjadi tahu, belum mengerti menjadi mengerti.&lt;&#x2F;p&gt;
&lt;p&gt;Maksudnya adalah belajar tidak serta-merta menjadikan perubahan sikap
pelaku seseorang, tidak selalu mendapatkan membuahkan hasil, apalagi
menjadikan pelaku profesional dalam bidang tertentu.&lt;&#x2F;p&gt;
&lt;p&gt;Entah itu pemrograman, bermain gitar, belajar bahasa, public speaking,
memasak, atau berolahraga. Orang yang terlihat mahir biasanya bukan
sekadar “belajar teorinya”, tetapi sudah terbiasa melakukannya setiap
hari.&lt;&#x2F;p&gt;
&lt;h2 id=&quot;membiasakan-diri&quot;&gt;Membiasakan diri&lt;a class=&quot;post-anchor&quot; href=&quot;#membiasakan-diri&quot; aria-label=&quot;Anchor link for: membiasakan-diri&quot;&gt;&lt;span aria-hidden=&quot;true&quot;&gt;#&lt;&#x2F;span&gt;&lt;&#x2F;a&gt;
&lt;&#x2F;h2&gt;
&lt;p&gt;Hal yang potensial adalah &lt;strong&gt;membiasakan diri&lt;&#x2F;strong&gt; dalam suatu proses
tertentu secara berulang-ulang (looping) sehingga mengubah perilaku
seseorang sampai terbiasa.&lt;&#x2F;p&gt;
&lt;p&gt;Dengan membiasakan, suka atau tidak suka akan membentuk dan melatih
sesuatu apa yang dipelajari. Tentunya keluaran dari proses belajar
dapat diingat dalam jangka panjang. Jika dilakukan proses “mempelajari”
terlebih dahulu, bagaimana bisa seseorang bisa paham tanpa harus
terbiasa dahulu?&lt;&#x2F;p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Teman: Lagi belajar apa nih?&lt;&#x2F;li&gt;
&lt;li&gt;Saya: Lagi belajar bahasa C (bahasa pemrograman komputer) agar nanti
terbiasa bisa membuat aplikasi.&lt;&#x2F;li&gt;
&lt;&#x2F;ul&gt;
&lt;p&gt;Pertanyaan serupa yang sering ditemui, mengapa menggunakan sistem
operasi yang memiliki perintah yang banyak dan susah dihafal, bukannya
yang tinggal klik? mengapa menggunakan aplikasi yang tutorialnya
sedikit, padahal yang lain banyak tutorialnya? mengapa memilih X bukan Z?
Dan lainnya.&lt;&#x2F;p&gt;
&lt;p&gt;Jawaban sering kali sama: “Karena sudah terbiasa”. Bisa
dikatakan jawaban tersebut sangat subjektif berdasarkan pengalaman dari
penjawab, namun itu realita memang benar apa adanya.&lt;&#x2F;p&gt;
&lt;p&gt;Cara agar terbiasa dan lancar dalam hal pememrograman komputer, berarti
coding everyday. Terbiasa agar bisa membuat desain yang bagus, ya harus
desain everyday. Terbiasa bicara bahasa jepang, ya japanese everyday.
Terbiasa public speaking, tentunya speaking everyday.&lt;&#x2F;p&gt;
&lt;p&gt;Pada 2009, Saya masih ingat dengan guru biologi SMP sekaligus pengajar
olimpiade MIPA kala itu, “Pak, kenapa bisa hafal di luar kepala
istilah-istilah proses pencernaan, pernafasan, pendengaran, sistem
ekresi, sel, dan lain-lain?”. Dengan santainya beliau menjawab,
“Karena mengajar biologi setiap hari selama bertahun-tahun dan mengajar
di sekolah privat.”&lt;&#x2F;p&gt;
&lt;p&gt;Hanya bisa bergumam, “Oh.. pantas.” Ternyata dengan sering latihan
dan membiasakan diri adalah salah satu cara untuk membentuk pondasi
yang kuat.&lt;&#x2F;p&gt;
&lt;h2 id=&quot;memiliki-tujuan&quot;&gt;Memiliki tujuan&lt;a class=&quot;post-anchor&quot; href=&quot;#memiliki-tujuan&quot; aria-label=&quot;Anchor link for: memiliki-tujuan&quot;&gt;&lt;span aria-hidden=&quot;true&quot;&gt;#&lt;&#x2F;span&gt;&lt;&#x2F;a&gt;
&lt;&#x2F;h2&gt;
&lt;p&gt;Selain “sudah terbiasa”, alasan kuat lainnya yaitu memiliki tujuan
terhadap apa yang akan dibiasakan. Hal inilah yang dijadikan fundamental
(niat dan motivasi) untuk membiasakan diri. Sebelum berencana terbiasa
dengan hal tertentu, pastikan terlebih dulu alasan kuat mengapa
memerlukan itu.&lt;&#x2F;p&gt;
&lt;p&gt;Sebagai contoh, mengapa harus menggunakan Linux? karena ingin menjadi
system administrator yang tersertifikasi di suatu perusahaan. Mengapa
harus terbiasa dengan Python dan SQL? kelak menjadi data scientist
profesional. Mengapa harus terbiasa dengan java? ingin menjadi
pengembang aplikasi mobile di perusahaan. Mengapa harus terbiasa dengan
inkscape? ingin menjadi desainer logo yang hebat, dan sebagainya. Akan
terasa hampa jika melakukan suatu hal tanpa memiliki tujuan yang berarti
dan tidak ditentukan.&lt;&#x2F;p&gt;
&lt;h2 id=&quot;memiliki-fitur-lebih&quot;&gt;Memiliki fitur lebih&lt;a class=&quot;post-anchor&quot; href=&quot;#memiliki-fitur-lebih&quot; aria-label=&quot;Anchor link for: memiliki-fitur-lebih&quot;&gt;&lt;span aria-hidden=&quot;true&quot;&gt;#&lt;&#x2F;span&gt;&lt;&#x2F;a&gt;
&lt;&#x2F;h2&gt;
&lt;p&gt;Jawaban lainnya yaitu karena “fiturnya lebih banyak”, biasanya alasan
ini karena merujuk pada fitur atau hal teknis yang lebih sesuai dengan
kebutuhan.&lt;&#x2F;p&gt;
&lt;p&gt;Misalnya, seseorang memilih sistem operasi BSD atau Linux-based
alih-alih menggunakan windows, karena performanya lebih maksimal untuk
kebutuhan pemrograman dan desain. Atau memilih aplikasi menggambar
karena memiliki fitur layer dan kompatibel dengan warna cetak yang
standar dan sebagainya.&lt;&#x2F;p&gt;
&lt;p&gt;Jawaban dari argumen tersebut umumnya lebih merujuk ke hal teknis yang
memang dibutuhkan dalam pekerjaannya.&lt;&#x2F;p&gt;
&lt;h2 id=&quot;jaringan-yang-sama&quot;&gt;Jaringan yang sama&lt;a class=&quot;post-anchor&quot; href=&quot;#jaringan-yang-sama&quot; aria-label=&quot;Anchor link for: jaringan-yang-sama&quot;&gt;&lt;span aria-hidden=&quot;true&quot;&gt;#&lt;&#x2F;span&gt;&lt;&#x2F;a&gt;
&lt;&#x2F;h2&gt;
&lt;p&gt;“Saya menggunakan perangkat lunak X karena sesama kolega banyak yang
menggunakannya”, argumen yang cukup rasional. Setelah mengetahui
tujuan, pasti ada juga suatu individu atau kelompok dengan passion yang
sama. Dengan bergabung ke suatu kelompok&#x2F;komunitas seseorang akan dapat
membangun koneksi sesuai jaringan yang sama. Dengan demikian, suatu saat
dapat meminta feedback jika portofolio sudah dibuat.&lt;&#x2F;p&gt;
&lt;h2 id=&quot;kembali-ke-topik&quot;&gt;Kembali ke topik&lt;a class=&quot;post-anchor&quot; href=&quot;#kembali-ke-topik&quot; aria-label=&quot;Anchor link for: kembali-ke-topik&quot;&gt;&lt;span aria-hidden=&quot;true&quot;&gt;#&lt;&#x2F;span&gt;&lt;&#x2F;a&gt;
&lt;&#x2F;h2&gt;
&lt;p&gt;Tidak hanya sekedar belajar saja, tetapi membiasakan apa-apa yang telah
dipelajari. Belajar hanyalah proses awal untuk mengetahui konsep dan
teori, namun euforianya lebih banyak untuk diporsikan ke hasil eksekusi,
percobaan (trial and error), dan latihan yang berulang.&lt;&#x2F;p&gt;
&lt;p&gt;Apakah cukup sampai membiasakan diri? Tentu saja tidak. Konsep
pembelajaran lebih dari itu. Prosesnya sebagai berikut: Berawal dari
Memiliki tujuan spesifik &amp;gt; Membiasakan diri &amp;gt; Mempelajari &amp;gt; Memahami &amp;gt;
Mengajari lainnya &amp;gt; Membimbing &amp;gt; Memfasilitasi pelajar agar terjaganya
konsep pembelajaran &lt;span class=&quot;ref-placeholder&quot; data-ref=&quot;neuroscience2019&quot;&gt;(&lt;a href=&quot;#ref-neuroscience2019&quot;&gt;Dagmar et al&lt;&#x2F;a&gt;)&lt;&#x2F;span&gt;.&lt;&#x2F;p&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;p&gt;Aku benci setiap menit latihan, tapi aku berkata, “Jangan berhenti”.
Menderitalah sekarang dan jalani sisa hidup Anda sebagai juara.&lt;&#x2F;p&gt;
&lt;p&gt;— &lt;cite&gt;Muhammad Ali&lt;&#x2F;cite&gt;&lt;&#x2F;p&gt;
&lt;&#x2F;blockquote&gt;
&lt;p&gt;Jika hanya membaca buku, berlangganan course, menonton webinar dan
video tutorial saja, ini hanya bagian terkecil dari konsep pembelajaran
diatas. Harus lebih, seseorang harus membiasakan dengan mempraktikannya.
Everyday!&lt;&#x2F;p&gt;
</content>
        
    </entry>
</feed>
